Penemuan jam tangan sejatinya adalah proses berkelanjutan oleh keberadaan arloji lebih dulu meluncur ke pasaran seluruh pelosok dunia. Cetak biru rancangan jam tangan sebenarnya telah eksis semenjak era abad 16. Pada masa itu lebih akrab orang memanggilnya sebagai ‘jam lengan’ terpopuler ciptaan Robert Dudley.

Ia sengaja merancang secara khusus pembuatan jam lengan nyentrik tersebut untuk menjadi hadiah istimewa bagi Ratu Elizabeth I asal Inggris. Sepertinya terjadi suatu kompetisi di antara para pencipta jam kuno di negara berbentuk sistem pemerintahan kerajaan tersebut.

Sebab ada pula klaim dari pihak seberang yang menyatakan bahwa penemu jam pertama kali harusnya sir Abraham Louis Breguet. Ia pun khusus memproduksi jam berdasarkan pesanan Caroline Murat, saudara perempuan Napolen sekaligus memegang gelar sebagai Ratu kerajaan Napoli.

Pemanfaatan awal jam tangan lebih banyak peminatnya dari golongan perempuan muda sebagai pengganti aksesoris gelang. Melihat terdapat peningkatan dalam segi permintaan jam bagi kaum pria, akhirnya jam tangan masuk tahap produksi massal memenuhi pasar unisex.

Penemuan Jam Tangan Sebelum Berhasil Mendunia

Hal ini masuk akal, pasalnya arloji mulai kurang penggemarnya karena tidak praktis sehingga minim efisiensinya. Dapat terbayangkan seandainya seorang pekerja berprofesi minor seperti misalnya prajurit atau penerbang, pastilah kesulitan menggunakan arloji.

Evolusi pada jam tangan tadinya masih menyerupai arloji dengan penambahan gelang atau pegangan mirip strap terbuat dari kulit. Peristiwa bersejarah Perang Dunia Pertama mengubah hampir segala aspek kehidupan umat manusia tak terkecuali bidang fashion. Penyerapan besar-besaran sumber daya manusia demi kebutuhan pasukan tentara menyebabkan ledakan profesi di bidang kemiliteran.

Dalam perencanaan strategi perang, seringkali timing atau ketepatan waktu menjadi penentu krusial kemenangan pertempuran. Atas dasar itulah, mendadak jam tangan menjadi idola baru bagi kaum adam sampai rasanya aneh bila tidak punya aksesoris ini.

Penemuan Jam Tangan Mendorong Evolusi Industri Aksesoris Fashion

Mendorong Evolusi Industri Aksesoris Fashion

Kepopuleran aksesoris penunjuk waktu ini mendorong industrinya semakin tumbuh maju pesat, melahirkan sederetan nama beken hasil penemuan jam tangan. Pada 1923, john Harwood berhasil menemukan jam tangan berbasis mesin automatic winding. Mekanismenya cukup unik, karena benda tersebut mampu mengisi tenaga secara mandiri ketika menerima rangsangan berupa getaran saat pemakainya berjalan.

34 tahun kemudian berdirilah sebuah perusahaan penghasil jam tangan berkualitas yaitu Hamilton Watch Company berasal dari Lancaster, USA. Mereka mengklaim telah sukses menaikkan level industri ini dengan meluncurkan jam bertenaga elektrik yang dipatenkan hak cipta olehnya. Pada prakteknya, klaim perusahan Hamilton lebih condong ke arah bluffing sebab metode kerjanya persis jam manual pada umumnya.

Mendorong Evolusi Industri Aksesoris Fashion

Memang ada penambahan fitur di mana pemakainya tidak harus repot-repot mengutak-atik kunci pemutar supaya mesinnya senantiasa menyala. Cukup mengecewakan, karena jam lansiran Hamilton rusak total ketika perantara tenaga elektrikal ke mesin mengalami korosi oleh karat.

Masalah terkait penemuan jam tangan selalu sama dari semenjak ia pertama kali launching ke market global, yaitu konsistensi ketepatan jam itu sendiri.  Atas dasar ingin berinovasi, perusahaan kompetitor bernama Bulova mencoba peruntungan melalui serangkaian eksperimen yang memakan biaya besar. Tidak sia-sia usaha mereka, sebab terciptalah sistem penjaga akurasi jam tangan berrmodalkan alat serupa garpu tala.

Mendorong Evolusi Industri Aksesoris Fashion

Nantinya garpu ini akan berdenyut supaya menjaga aliran penunjuk waktu tetap stabil pada jalurnya semula. Produk kebanggaan Bulova resmi menyandang merk Accutron, terjual ludes akibat serbuan konsumen pada 1960 an. Publik pun merasa puas atas kualitas jam tangan Accutron sebab terbukti akurasinya sangat baik melebihi ekspektasi. Bahkan versi pembaharuannya mendapat tambahan fitur transistor sehingga umur jam tangan jauh lebih panjang daripada buatan Hamilton sebelumnya.

Setelah melewati pergelutan panjang dari sebuah pertempuran berebut segmen pasar jam tangan, sampailah menuju masa kekinian berpusat di negara Swiss. Hingga zaman sekarang pun negara yang juga penghasil keju ini selalu lekat dalam ingatan sebagai raksasa produsen jam tangan. Namun perjuangan mereka masih belum selesai, karena harus menyingkirkan pesaing terberatnya yaitu si pendatang baru bernama Accutron.

Penemuan Jam Tangan Mendorong Evolusi Industri Aksesoris Fashion

Dalam rangka menjawab tantangan peperangan dari Bulova, negara Swiss fokus mengembangkan teknologi ciptaan mereka sendiri yaitu quartz mode. Bukan merupakan hal baru sebetulnya, karena batu quartz sudah lazim dipakai saat itu untuk menguatkan ketepatan jam. Hanya saja, belum pernah ada penggunaan quartz ke jam kecil seukuran lingkar tangan. Tahun bersejarah sampailah ke 1967 di mana pada akhirnya tim peneliti Swiss secara mantap mematenkan teknologi quartz dan juga jam patek philippe pada jam tangan.